Saya atas nama Ahmad Burhanudin sebagai pengelola Blog ini mengucapkan " Selamat Tahun Baru 2011" semoga ditahun ini kita menjadi manusia yang lebih baik dari pada tahun sebelumnya.
PEMROGRAMAN WEB
PEMROGRAMAN WEB 1
Nama : Ahmad Burhanudin
NPM : 201143500061
KLS : 5XA
| Kode Barang : | |
| Harga Barang : | |
| Jumlah Item : | |
| Kode Barang | Harga Barang | Jumlah Item | Jumlah Harga |
| TOTAL HARGA : |
anda pengunjung ke :
Jumat, 31 Desember 2010
Rabu, 22 Desember 2010
"Selamat Hari Ibu"
Disela-sela kesibukanku kusempatkan untuk dapat memberikan ucapan "selamat hari ibu" pada kesempatan hari ini yang sekaligus bertepatan dengan peringatan "hari Ibu" kepada ibunda tercinta yang senantiasa memberikan pengorbanan yang tak terkira dan takkan terbalas sepanjang masa.
Ku sadari bahwa menjadi seorang Ibu tidaklah mudah, banyak pengeorbanan yang harus dilakukan oleh seorang Ibu.
ini ada artikel yang saya dapatkan dari saudara wahyudi di blognya (http://klerofc.blogspot.com/) :
Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas
Di Antara Fadhilah (Keutamaan) Berbakti Kepada Kedua Orang Tua.
Pertama
Bahwa berbakti kpd kedua orang tua ialah amal yg paling utama. Dengan dasar diantara yaitu hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yg disepakati oleh Bukhari dan Muslim, dari sahabat Abu Abdirrahman Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu.
“Arti : Dari Abdullah bin Mas’ud katanya, “Aku berta kpd Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang amal-amal yg paling utama dan dicintai Allah ? Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, Pertama shalat pada waktu (dalam riwayat lain disebutkan shalat di awal waktunya), kedua berbakti kpd kedua orang tua, ketiga jihad di jalan Allah” [Hadits Riwayat Bukhari I/134, Muslim No.85, Fathul Baari 2/9]
Dengan demikian jika ingin kebajikan hrs didahulukan amal-amal yg paling utama di antara ialah birrul walidain (berbakti kpd kedua orang tua).
Kedua
Bahwa ridla Allah tergantung kpd keridlaan orang tua. Dalam hadits yg diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Adabul Mufrad, Ibnu HIbban, Hakim dan Imam Tirmidzi dari sahabat Abdillah bin Amr dikatakan.
“Arti : Dari Abdillah bin Amr bin Ash Radhiyallahu ‘anhuma dikatakan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ridla Allah tergantung kpd keridlaan orang tua dan murka Allah tergantung kpd kemurkaan orang tua” [Hadits Riwayat Bukhari dalam Adabul Mufrad (2), Ibnu Hibban (2026-Mawarid-), Tirmidzi (1900), Hakim (4/151-152)]
Ketiga
Bahwa berbakti kpd kedua orang tua dpt menghilangkan kesulitan yg sedang dialami yaitu dgn cara bertawasul dgn amal shahih tersebut. Dengan dasar hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dari Ibnu Umar.
“Arti : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Pada suatu hari tiga orang berjalan, lalu kehujanan. Mereka berteduh pada sebuah gua di kaki sebuah gunung. Ketika mereka ada di dalamnya, tiba-tiba sebuah batu besar runtuh dan menutupi pintu gua. Sebagian mereka berkata pada yg lain, ‘Ingatlah amal terbaik yg pernah kamu lakukan’. Kemudian mereka memohon kpd Allah dan bertawassul melalui amal tersebut, dgn harapan agar Allah menghilangkan kesulitan tersebut. Salah satu diantara mereka berkata, “Ya Allah, sesungguh aku mempunyai kedua orang tua yg sudah lanjut usia sedangkan aku mempunyai istri dan anak-anak yg masih kecil. Aku mengembala kambing, ketika pulang ke rumah aku selalu memerah susu dan memberikan kpd kedua orang tuaku sebelum orang lain. Suatu hari aku hrs berjalan jauh untuk mencari kayu bakar dan mencari nafkah sehingga pulang telah larut malam dan aku dpti kedua orang tuaku sudah tertidur, lalu aku tetap memerah susu sebagaimana sebelumnya. Susu tersebut tetap aku pegang lalu aku mendatangi kedua namun kedua masih tertidur pulas. Anak-anakku merengek-rengek menangis untuk meminta susu ini dan aku tdk memberikannya. Aku tdk akan memberikan kpd siapa pun sebelum susu yg aku perah ini kuberikan kpd kedua orang tuaku. Kemudian aku tunggu sampai kedua bangun. Pagi hari ketika orang tuaku bangun, aku berikan susu ini kpd keduanya. Setelah kedua minum lalu kuberikan kpd anak-anaku. Ya Allah, seandai peruntukan ini ialah peruntukan yg baik krn Engkau ya Allah, bukakanlah. “Maka batu yg menutupi pintu gua itupun bergeser” [Hadits Riwayat Bukhari (Fathul Baari 4/449 No. 2272), Muslim (2473) (100) Bab Qishshah Ashabil Ghaar Ats Tsalatsah Wat-Tawasul bi Shalihil A’mal]
Ini menunjukkan bahwa peruntukan berbakti kpd kedua orang tua yg pernah kita lakukan, dpt digunakan untuk bertawassul kpd Allah ketika kita mengalami kesulitan, Insya Allah kesulitan tersebut akan hilang. Berbagai kesulitan yg dialami seseorang saat ini diantara krn peruntukan durhaka kpd kedua orang tuanya.
Kalau kita mengetahui, bagaimana berat orang tua kita telah bersusah payah untuk kita, maka peruntukan ‘Si Anak’ yg ‘bergadang’ untuk memerah susu tersebut belum sebanding dgn jasa orang tua ketika mengurus sewaktu kecil.
‘Si Anak’ melakukan pekerjaan tersebut tiap hari dgn tdk ada perasaan bosan dan lelah atau yg lainnya. Bahkan ketika kedua orang tua sudah tidur, dia rela menunggu kedua bangun di pagi hari meskipun anak menangis. Ini menunjukkan bahwa kebutuhan kedua orang tua hrs didahulukan daripada kebutuhan anak kita sendiri dalam rangka berbakti kpd kedua orang tua. Bahkan dalam riwayat yg lain disebutkan berbakti kpd orang tua hrs didahulukan dari pada beruntuk baik kpd istri sebagaimana diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘anhuma ketika diperintahkan oleh bapak (Umar bin Khaththab) untuk menceraikan istrinya, ia berta kpd Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Ceraikan istrimuu” [Hadits Riwayat Abu Dawud No. 5138, Tirimidzi No. 1189 beliau berkata, “Hadits Hasan Shahih”]
Dalam riwayat Abdullah bin Mas’ud yg disampaikan sebelum disebutkan bahwa berbakti kpd kedua orang tua hrs didahulukan daripada jihad di jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Begitu besar jasa kedua orang tua kita, sehingga apapun yg kita lakukan untuk berbakti kpd kedua orang tua tdk akan dpt membalas jasa keduanya. Di dalam hadits yg diriwayatkan oleh Imam Bukhari disebutkan bahwa ketika sahabat Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘anhuma melihat seorang menggendong ibu untuk tawaf di Ka’bah dan ke mana saja ‘Si Ibu’ menginginkan, orang tersebut berta kpd, “Wahai Abdullah bin Umar, dgn peruntukanku ini apakah aku sudah membalas jasa ibuku.?” Jawab Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘anhuma, “Belum, setetespun engkau belum dpt membalas kebaikan kedua orang tuamu” [Shahih Al Adabul Mufrad No.9]
Orang tua kita telah megurusi kita mulai dari kandungan dgn beban yg dirasakan sangat berat dan susah payah. Demikian juga ketika melahirkan, ibu kita mempertaruhkan jiwa antara hidup dan mati. Ketika kita lahir, ibu lah yg menyusui kita kemudian membersihkan kotoran kita. Semua dilakukan oleh ibu kita, bukan oleh orang lain. Ibu kita selalu menemani ketika kita terjaga dan menangis baik di pagi, siang atau malam hari. Apabila kita sakit tdk ada yg bisa menangis kecuali ibu kita. Sementara bapak kita juga berusaha agar kita segera sembuh dgn membawa ke dokter atau yg lain. Sehingga kalau ditawarkan antara hidup dan mati, ibu kita akan memilih mati agar kita tetap hidup. Itulah jasa seorang ibu terhadap anaknya.
Keempat
Dengan berbakti kpd kedua orang tua akan diluaskan rizki dan dipanjangkan umur. Sebagaimana dalam hadits yg disepakati oleh Bukhari dan Muslim, dari sahabat Anas Radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
“Arti : Barangsiapa yg suka diluaskan rizki dan dipanjangkan umur maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi” [Hadits Riwayat Bukhari 7/72, Muslim 2557, Abu Dawud 1693]
Dalam ayat-ayat Al-Qur’an atau hadits-hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dianjurkan untuk menyambung tali silaturahmi. Dalam silaturahmi, yg hrs didahulukan silaturahmi kpd kedua orang tua sebelum kpd yg lain. Banyak diantara saudara-saudara kita yg sering ziarah kpd teman-teman tetapi kpd orang tua sendiri jarang bahkan tdk pernah. Padahal ketika masih kecil dia selalu bersama ibu dan bapaknya. Tapi setelah dewasa, seakan-akan dia tdk pernah berkumpul bahkan tdk kenal dgn kedua orang tuanya. Sesulit apapun hrs tetap diusahakan untuk bersilaturahmi kpd kedua orang tua. Karena dgn dekat kpd kedua insya Allah akan dimudahkan rizki dan dipanjangkan umur. Sebagaimana dikatakan oleh Imam Nawawi bahwa dgn silaturahmi akan diakhirkan ajal dan umur seseorang.[1] walaupun masih terdpt perbedaan dikalangan para ulama tentang masalah ini, namun pendpt yg lebih kuat berdasarkan nash dan zhahir hadits ini bahwa umur memang benar-benar akan dipanjangkan.
Kelima
Manfaat dari berbakti kpd kedua orang tua yaitu akan dimasukkan ke jannah (surga) oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Di dalam hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam disebutkan bahwa anak yg durhaka tdk akan masuk surga. Maka kebalikan dari hadits tersebut yaitu anak yg beruntuk baik kpd kedua orang tua akan dimasukkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala ke jannah (surga)
ini ada artikel yang saya dapatkan dari saudara wahyudi di blognya (http://klerofc.blogspot.com/) :
Ustadz Yazid bin Abdul Qadir JawasDi Antara Fadhilah (Keutamaan) Berbakti Kepada Kedua Orang Tua.
Pertama
Bahwa berbakti kpd kedua orang tua ialah amal yg paling utama. Dengan dasar diantara yaitu hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yg disepakati oleh Bukhari dan Muslim, dari sahabat Abu Abdirrahman Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu.
“Arti : Dari Abdullah bin Mas’ud katanya, “Aku berta kpd Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang amal-amal yg paling utama dan dicintai Allah ? Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, Pertama shalat pada waktu (dalam riwayat lain disebutkan shalat di awal waktunya), kedua berbakti kpd kedua orang tua, ketiga jihad di jalan Allah” [Hadits Riwayat Bukhari I/134, Muslim No.85, Fathul Baari 2/9]
Dengan demikian jika ingin kebajikan hrs didahulukan amal-amal yg paling utama di antara ialah birrul walidain (berbakti kpd kedua orang tua).
Kedua
Bahwa ridla Allah tergantung kpd keridlaan orang tua. Dalam hadits yg diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Adabul Mufrad, Ibnu HIbban, Hakim dan Imam Tirmidzi dari sahabat Abdillah bin Amr dikatakan.
“Arti : Dari Abdillah bin Amr bin Ash Radhiyallahu ‘anhuma dikatakan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ridla Allah tergantung kpd keridlaan orang tua dan murka Allah tergantung kpd kemurkaan orang tua” [Hadits Riwayat Bukhari dalam Adabul Mufrad (2), Ibnu Hibban (2026-Mawarid-), Tirmidzi (1900), Hakim (4/151-152)]
Ketiga
Bahwa berbakti kpd kedua orang tua dpt menghilangkan kesulitan yg sedang dialami yaitu dgn cara bertawasul dgn amal shahih tersebut. Dengan dasar hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dari Ibnu Umar.
“Arti : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Pada suatu hari tiga orang berjalan, lalu kehujanan. Mereka berteduh pada sebuah gua di kaki sebuah gunung. Ketika mereka ada di dalamnya, tiba-tiba sebuah batu besar runtuh dan menutupi pintu gua. Sebagian mereka berkata pada yg lain, ‘Ingatlah amal terbaik yg pernah kamu lakukan’. Kemudian mereka memohon kpd Allah dan bertawassul melalui amal tersebut, dgn harapan agar Allah menghilangkan kesulitan tersebut. Salah satu diantara mereka berkata, “Ya Allah, sesungguh aku mempunyai kedua orang tua yg sudah lanjut usia sedangkan aku mempunyai istri dan anak-anak yg masih kecil. Aku mengembala kambing, ketika pulang ke rumah aku selalu memerah susu dan memberikan kpd kedua orang tuaku sebelum orang lain. Suatu hari aku hrs berjalan jauh untuk mencari kayu bakar dan mencari nafkah sehingga pulang telah larut malam dan aku dpti kedua orang tuaku sudah tertidur, lalu aku tetap memerah susu sebagaimana sebelumnya. Susu tersebut tetap aku pegang lalu aku mendatangi kedua namun kedua masih tertidur pulas. Anak-anakku merengek-rengek menangis untuk meminta susu ini dan aku tdk memberikannya. Aku tdk akan memberikan kpd siapa pun sebelum susu yg aku perah ini kuberikan kpd kedua orang tuaku. Kemudian aku tunggu sampai kedua bangun. Pagi hari ketika orang tuaku bangun, aku berikan susu ini kpd keduanya. Setelah kedua minum lalu kuberikan kpd anak-anaku. Ya Allah, seandai peruntukan ini ialah peruntukan yg baik krn Engkau ya Allah, bukakanlah. “Maka batu yg menutupi pintu gua itupun bergeser” [Hadits Riwayat Bukhari (Fathul Baari 4/449 No. 2272), Muslim (2473) (100) Bab Qishshah Ashabil Ghaar Ats Tsalatsah Wat-Tawasul bi Shalihil A’mal]
Ini menunjukkan bahwa peruntukan berbakti kpd kedua orang tua yg pernah kita lakukan, dpt digunakan untuk bertawassul kpd Allah ketika kita mengalami kesulitan, Insya Allah kesulitan tersebut akan hilang. Berbagai kesulitan yg dialami seseorang saat ini diantara krn peruntukan durhaka kpd kedua orang tuanya.
Kalau kita mengetahui, bagaimana berat orang tua kita telah bersusah payah untuk kita, maka peruntukan ‘Si Anak’ yg ‘bergadang’ untuk memerah susu tersebut belum sebanding dgn jasa orang tua ketika mengurus sewaktu kecil.
‘Si Anak’ melakukan pekerjaan tersebut tiap hari dgn tdk ada perasaan bosan dan lelah atau yg lainnya. Bahkan ketika kedua orang tua sudah tidur, dia rela menunggu kedua bangun di pagi hari meskipun anak menangis. Ini menunjukkan bahwa kebutuhan kedua orang tua hrs didahulukan daripada kebutuhan anak kita sendiri dalam rangka berbakti kpd kedua orang tua. Bahkan dalam riwayat yg lain disebutkan berbakti kpd orang tua hrs didahulukan dari pada beruntuk baik kpd istri sebagaimana diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘anhuma ketika diperintahkan oleh bapak (Umar bin Khaththab) untuk menceraikan istrinya, ia berta kpd Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Ceraikan istrimuu” [Hadits Riwayat Abu Dawud No. 5138, Tirimidzi No. 1189 beliau berkata, “Hadits Hasan Shahih”]
Dalam riwayat Abdullah bin Mas’ud yg disampaikan sebelum disebutkan bahwa berbakti kpd kedua orang tua hrs didahulukan daripada jihad di jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Begitu besar jasa kedua orang tua kita, sehingga apapun yg kita lakukan untuk berbakti kpd kedua orang tua tdk akan dpt membalas jasa keduanya. Di dalam hadits yg diriwayatkan oleh Imam Bukhari disebutkan bahwa ketika sahabat Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘anhuma melihat seorang menggendong ibu untuk tawaf di Ka’bah dan ke mana saja ‘Si Ibu’ menginginkan, orang tersebut berta kpd, “Wahai Abdullah bin Umar, dgn peruntukanku ini apakah aku sudah membalas jasa ibuku.?” Jawab Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘anhuma, “Belum, setetespun engkau belum dpt membalas kebaikan kedua orang tuamu” [Shahih Al Adabul Mufrad No.9]
Orang tua kita telah megurusi kita mulai dari kandungan dgn beban yg dirasakan sangat berat dan susah payah. Demikian juga ketika melahirkan, ibu kita mempertaruhkan jiwa antara hidup dan mati. Ketika kita lahir, ibu lah yg menyusui kita kemudian membersihkan kotoran kita. Semua dilakukan oleh ibu kita, bukan oleh orang lain. Ibu kita selalu menemani ketika kita terjaga dan menangis baik di pagi, siang atau malam hari. Apabila kita sakit tdk ada yg bisa menangis kecuali ibu kita. Sementara bapak kita juga berusaha agar kita segera sembuh dgn membawa ke dokter atau yg lain. Sehingga kalau ditawarkan antara hidup dan mati, ibu kita akan memilih mati agar kita tetap hidup. Itulah jasa seorang ibu terhadap anaknya.
Keempat
Dengan berbakti kpd kedua orang tua akan diluaskan rizki dan dipanjangkan umur. Sebagaimana dalam hadits yg disepakati oleh Bukhari dan Muslim, dari sahabat Anas Radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
“Arti : Barangsiapa yg suka diluaskan rizki dan dipanjangkan umur maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi” [Hadits Riwayat Bukhari 7/72, Muslim 2557, Abu Dawud 1693]
Dalam ayat-ayat Al-Qur’an atau hadits-hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dianjurkan untuk menyambung tali silaturahmi. Dalam silaturahmi, yg hrs didahulukan silaturahmi kpd kedua orang tua sebelum kpd yg lain. Banyak diantara saudara-saudara kita yg sering ziarah kpd teman-teman tetapi kpd orang tua sendiri jarang bahkan tdk pernah. Padahal ketika masih kecil dia selalu bersama ibu dan bapaknya. Tapi setelah dewasa, seakan-akan dia tdk pernah berkumpul bahkan tdk kenal dgn kedua orang tuanya. Sesulit apapun hrs tetap diusahakan untuk bersilaturahmi kpd kedua orang tua. Karena dgn dekat kpd kedua insya Allah akan dimudahkan rizki dan dipanjangkan umur. Sebagaimana dikatakan oleh Imam Nawawi bahwa dgn silaturahmi akan diakhirkan ajal dan umur seseorang.[1] walaupun masih terdpt perbedaan dikalangan para ulama tentang masalah ini, namun pendpt yg lebih kuat berdasarkan nash dan zhahir hadits ini bahwa umur memang benar-benar akan dipanjangkan.
Kelima
Manfaat dari berbakti kpd kedua orang tua yaitu akan dimasukkan ke jannah (surga) oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Di dalam hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam disebutkan bahwa anak yg durhaka tdk akan masuk surga. Maka kebalikan dari hadits tersebut yaitu anak yg beruntuk baik kpd kedua orang tua akan dimasukkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala ke jannah (surga)
Senin, 13 Desember 2010
Minggu, 05 Desember 2010
Selamat Tahun Baru ISLAM 1432 Hijriyyah
Sholawat serta salam semoga tercurahkan kepada nabi besar junjungan kami yaitu baginda nabi besar Muhammad SAW. Yang mana beliau telah ditakdirkan untuk menjadi manusia pilihan dan sekaligus menjadi utusan mulia dariMu ya AlloH untuk berjuang demi menegakkan dan mensyiarkan agamaMu. Semoga kami senantiasa mendapatkan curahan syafaat dari beliau "min hadza ilayaumil qiyyamah" dan diakui sebagai umat beliau, amieen.
Ya AlloH....
pada hari ini kami berbahagia, pada hari ini kami bersuka cita dalam menyambut kedatangan tahun baru 1432 H yang dikhususkan hanya untuk ummat nabi Muhammad SAW. Semoga pada hari ini menjadi awalan yang baik dari kami untuk mengawali hari di tahun baru ini dengan amal kebajikan dan dapat mengistiqomahkannya.
Ya AlloH....
Kami sadar, kami mengakui akan semua kesalahan dan kekhilafan yang selama ini sering kami kerjakan ditahun kemarin. Tapi pada hari ini kami berharap akan ampunan dariMu ya Rabb...
terimalah amal kebaikan dan kebajikan yang telah kami lakukan pada tahun yang lalu dan ampuni dosa-dosa yang telah kami perbuat pada tahun yang lalu. Kini kami berharap akan rahmat, taufiq, hidayah, inayah, dan ridhoMu didalam menjalani dan mengarungi kehidupan ditahun ini.
"--Selamat Tahun Baru 1432 H--"
Ini do'a akhir tahun dibaca setelah sholat / ashar sebelum maghrib 3x, dan do'a awal tahun dibaca setelah sholat maghrib 3x.
Nama-nama bulan Hijriyyah :
1. Muharram : artinya yang diharamkan maka pada bulan ini diharamkan untuk berperang.
2. shafar : artinya kosong, pada bulan ini para lelaki Arab pergi untuk merantau atau berdagang.
3. Rabiul Awal : artinya bulan kembalinya para lelaki yang merantau
4. Rabiul Akhir : artinya masa akhir menetapnya kaum lelaki untuk pergi lagi merantau
5. Jumadil Awal : artinya bulan pertama datang kemarau
6. Jumadil Akhir : artinya masa berakhirnya masa kemarau
7. Rajab : artinya yang dimuliakan, karena oarang Arab dulunya memuliakan bulan ini
8. Syaban : artinya berbangsa atau berkelompok, karena mereka berikhtiar sambil berkelompok.
9. Ramadhan : artinya panas, bulan ini adalah bulan pembakaran dosa
10. Syawal : artinya kebahagiaan, pada bulan inilah idul fitri
11. Dzulqadah : artinya masa istirahat
12 . Dzulhijah : artinya masa untuk berhaji
2. shafar : artinya kosong, pada bulan ini para lelaki Arab pergi untuk merantau atau berdagang.
3. Rabiul Awal : artinya bulan kembalinya para lelaki yang merantau
4. Rabiul Akhir : artinya masa akhir menetapnya kaum lelaki untuk pergi lagi merantau
5. Jumadil Awal : artinya bulan pertama datang kemarau
6. Jumadil Akhir : artinya masa berakhirnya masa kemarau
7. Rajab : artinya yang dimuliakan, karena oarang Arab dulunya memuliakan bulan ini
8. Syaban : artinya berbangsa atau berkelompok, karena mereka berikhtiar sambil berkelompok.
9. Ramadhan : artinya panas, bulan ini adalah bulan pembakaran dosa
10. Syawal : artinya kebahagiaan, pada bulan inilah idul fitri
11. Dzulqadah : artinya masa istirahat
12 . Dzulhijah : artinya masa untuk berhaji
"--
KALENDER HIJRIYYAH --"
KALENDER HIJRIYYAH --"
( mengcopy dari http://id.wikipedia.org/wiki/Kalender_Hijriyah)
Kalender Hijriyah atau Kalender Islam (Bahasa Arab: التقويم الهجري; at-taqwim al-hijri), adalah kalender yang digunakan oleh umat Islam,
termasuk dalam menentukan tanggal atau bulan yang berkaitan dengan
ibadah, atau hari-hari penting lainnya. Kalender ini dinamakan Kalender
Hijriyah, karena pada tahun pertama kalender ini adalah tahun dimana
terjadi peristiwa Hijrah-nya Nabi Muhammad dari Makkah ke Madinah, yakni pada tahun 622
M. Di beberapa negara yang berpenduduk mayoritas Islam, Kalender
Hijriyah juga digunakan sebagai sistem penanggalan sehari-hari. Kalender
Islam menggunakan peredaran bulan sebagai acuannya, berbeda dengan
kalender biasa (kalender Masehi) yang menggunakan peredaran matahari.
Penetapan kalender Hijriyah dilakukan pada jaman Khalifah Umar bin
Khatab, yang menetapkan peristiwa hijrahnya Rasulullah saw dari Mekah ke
Madinah. Kalender Hijriyah juga terdiri dari 12 bulan, dengan jumlah
hari berkisar 29 - 30 hari. Penetapan 12 bulan ini sesuai dengan firman
Allah Subhana Wata'ala: ”Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah
ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan
langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan)
agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan
yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana
mereka pun memerangi kamu semuanya; dan ketahuilah bahwasanya Allah
beserta orang-orang yang bertakwa.” (QS : At Taubah(9):36). Sebelumnya,
orang arab pra-kerasulan Rasulullah Muhammad SAW telah menggunakan
bulan-bulan dalam kalender hijriyah ini. Hanya saja mereka tidak
menetapkan ini tahun berapa, tetapi tahun apa. Misalnya saja kita
mengetahui bahwa kelahiran Rasulullah SAW adalah di tahun gajah. Abu
Musa Al-Asyári sebagai salah satu gubernur di zaman Khalifah Umar r.a.
menulis surat kepada Amirul Mukminin yang isinya menanyakan surat-surat
dari khalifah yang tidak ada tahunnya, hanya tanggal dan bulan saja,
sehingga membingungkan. Khalifah Umar lalu mengumpulkan beberapa sahabat
senior waktu itu. Mereka adalah Utsman bin Affan r.a., Ali bin Abi
Thalib r.a., Abdurrahman bin Auf r.a., Sa’ad bin Abi Waqqas r.a., Zubair
bin Awwam r.a., dan Thalhan bin Ubaidillah r.a. Mereka bermusyawarah
mengenai kalender Islam. Ada yang mengusulkan berdasarkan milad
Rasulullah saw. Ada juga yang mengusulkan berdasarkan pengangkatan
Muhammad saw menjadi Rasul. Dan yang diterima adalah usul dari Ali bin
Abi Thalib r.a. yaitu berdasarkan momentum hijrah Rasulullah SAW dari
Makkah ke Yatstrib (Madinah). Maka semuanya setuju dengan usulan Ali
r.a. dan ditetapkan bahwa tahun pertama dalam kalender Islam adalah pada
masa hijrahnya Rasulullah saw. Sedangkan nama-nama bulan dalam kalender
hijriyah ini diambil dari nama-nama bulan yang telah ada dan berlaku di
masa itu di bangsa Arab.
http://kelembagaan.pnri.go.id/about_us/addresses/idx_id.asp
Selasa, 30 November 2010
Peringatan hari HIV/AIDS sedunia Th 2010
Masa remaja merupakan masa dimana seseorang mengalami
masa transisi dari masa kanak-kanak menuju dewasa dan lebih dikenal dengan
istilah “ PUBERTAS”. Kebanyakan pada masa – masa ini seseorang mulai mengalami
perubahan dari berbagai hal, misalnya dari bentuk fisik maupun psikologis dimana orang tersebut
biasanya bersifat sangat labil terhadap kondisi sekitar. Kalau dari bentuk
fisik biasanya ditandai dengan tumbuhnya bulu rambut diketiak dan sekitar alat
kelamin, terjadinya menstruasi atau mimpi basah dll. Selain itu perubahan juga
terjadi pada psikologis seseorang yang mengalami hal tersebut, seperti perubahan pikiran, perasaan, dan keinginan.
Pada diri seorang remaja itu terdapat dua sisi yang perlu
diperhatikan, yang mana dua sisi tersebuat dapat diibaratkan sebagai dua sisi
mata uang yang saling melengkapi dan member
arti penting. Sisi tersebut adalah :
1. Sisi
peluang atau kesempatan. Yang mana pada masa remaja ( pubertas ) yang namanya “KESEMPATAN”
itu sangat terbuka lebar untuk tumbuh, berkembang , berteman, belajar dan mencari
modal demi kesuksesan dimasa depan.
2. Sisi
tantangan yang harus dihadapi. Pada masa ini pula biasanya kehidupan penuh
dengan tantangan baik itu dalam bentuk permasalahan, kesulitan, kebingungan dan
kesedihan , hal ini dikarenakan dunia remaja sudah lebih luas dari pada masa
kanak-kanak
Kalau para remaja ini bisa
memenfaatkan kesempatan dengan baik dan benar dan selalu memanfaatkannya dengan
hal-hal yang positif maka akan mendapatkan banyak manfaat untuk masa depan.
Begitu juga dengan halnya dalam menghadapi tantangan yang berbau negative seperti
narkotika, miras, free sex, dll .
Jika remaja mampu untuk menghadapi ( menghindar ) dari hal-hal tersebut
kemungkinan besar akan berhasil didalam meraih masa depan yang cerah.
“,,,,,,,Maka dari itu
PELUANG dan TANTANGAN dua-duanya akan mempengaruhi “MASA DEPAN”……..
Dalam rangka memperingati hari HIV/AIDS sedunia ini saya
atas nama penulis akan memberitahukan beberapa hal yang mungkin dapat
bermanfaat bagi para pembaca.

Pada hari ini, 01 Desember 2010 peringatan hari HIV/AIDS sedunia juga diikuti oleh siswa-siswi dari SMK Karya Wijaya Kusuma Jakarta, yang mana mereka dianjurkan untuk mengenakan pita berwarna merah ada lengan baju seragam yang mereka pakai. Hal ini menandakan bahwa mereka sebagai kaum muda ( remaja ) juga peduli terhadap bahaya dari pada HIV/AIDS itu sendiri dan bisa lebih menjaga diri mereka. Dengan begitu diharapkan mereka lebih mengetahui tentang bahaya dari pada penyakit berbahaya itu. Selain itu OSIS SMK juga membagi-bagikan parfum minyak wangi "she" kepada setiap siswa-siswi SMK yang memang benar-benar memakai pita merah dari rumah.
'
Menurut
Bp. Drs. Sutiyo selaku pengawas
Yayasan Pendidikan Wijaya Kusuma beliau mengatakan bahwa “ Tujuan dari diadakannya peringatan ini adalah supaya anak bias lebih
tahu akan bahaya/efek/akibat dari HIV/AIDS, kan kalau tidak tahu tentang
HIV/AIDS kan ntar bias coba-coba hehehe..Jadi kalau tahu resikonya anak akan
lebih berhati-hati karena itu menyangkut dengan masa depan. Selain itukan
HIV/AIDS belum ada obatnya sampai saat ini.”

Menurut
Ibu Wulan P.S selaku Wakil Kepala bid.
Kesiswaan beliau mengatakan bahwa “Tujuan dari diadakannya peringatan ini
adalah agar mereka lebih mengetahui tentang bahaya daripada HIV/AIDS dan mereka
dapat melakukan pencegahan terhadap penularan penyakit tersebut.” Selain
itu beliau juga menambahkan langkah yang harus ditempuh untuk pencegahan menularnya
penyakit ini bahwa ” siswa harus menghindari perbuatan Free seks, dan tidak
memakai narkotika”
PRESTASI
NARKOBA

Pengertian HIV/AIDS.,,
H : Human ( manusia )
I : Immuno deficiency ( berkurangnya kekebalan )
V :
Virus
Jadi HIV adalah virus yang menyerang dan merusak system kekebalan tubuh
kita, sehingga kita tidak bisa bertahan terhadap penyakit-penyakit yang
menyerang tubuh kita.
A :
Acquired ( didapat )
I :
Immune ( kekebalan tubuh )
D :
Deficiency ( kekurangan )
S :
Syndrome ( gejala )
Yang perlu diketahui oleh pembaca sekalian
adalah bahwa HIV/AID tidak dapat menular melalui
:
1. Gigitan
nyamuk
2. Orang
bersalaman
3. Sentuhan
antar kulit
4. Makan
bersama ( memakai piring dan gelas yang sama )
5. Tinggal
serumah dengan si penderita
Beberapa cara dalam mencegah HIV/AIDS
1. Hindari
seks diluar nikah
2. Hindari
hubungan sex bebas / free sex (ganti-ganti
pasangan)
3. Gunakan
alat kontrasepsi jika melakukan hubungan badan ( seks )
4. Hindari
penggunaan jarum suntik atau jarum tindik secara bergantian
HIV/AIDS hanya dapat menular melalui cairan
tubuh yaitu :
1. Hubungan
seks dengan orang yang mengidap HIV/AIDS
2. Kotak
darah/luka dan transfuse darah yang tercemar virus HIV/AIDS
3. Penggunaan
jarum suntik atau jarum tindik secara bersama / bergantian dengan orang yang
mengidap HIV/AIDS.
4. Dari
ibu yang terinfeksi HIV kepada bayi yang dikandungnya
HIV
hanya bisa hidup di dalam cairan tubuh seperti darah, cairan sperma/vagina, air
susu ibu
Orang yang terjangkit penyakit
ini biasanya belum tentu orang yang bersalah atau berdosa. Mereka tertular
mungkin karena ketidaktahuan. Mereka tidak mempunyai cukup banyak pengetahuan
tentang HIV / AIDS. Mereka yang terjangkit penyakit ini biasanya tekut meninggal,
takut dikucilkan, dan takut menularkan kepada orang lain.
Sebagai sesama remaja kita
harus :
1. “berempati”
jadi bukan hanya simpati semata,
2. kita
juga harus mencoba memahami perasaan dan masalah yang dihadapi oleh orang yang
terjangkit HIV/AIDS
3. Selalu
member dukungan agar bisa hidup normal selama daya tahan tubuhnya masih kuat
( Sumber; buku perpust yayasan pendidikan wijaya kusuma Jkt" Mari bicara tentang HIV/AIDS dengan orang tua, Guru, dan Teman ! )
PERINGATAN HARI HIV/AIDS SEDUNIA OLEH SISWA-SISWI SMK KARYA WIJAYA KUSUMA

Pada hari ini, 01 Desember 2010 peringatan hari HIV/AIDS sedunia juga diikuti oleh siswa-siswi dari SMK Karya Wijaya Kusuma Jakarta, yang mana mereka dianjurkan untuk mengenakan pita berwarna merah ada lengan baju seragam yang mereka pakai. Hal ini menandakan bahwa mereka sebagai kaum muda ( remaja ) juga peduli terhadap bahaya dari pada HIV/AIDS itu sendiri dan bisa lebih menjaga diri mereka. Dengan begitu diharapkan mereka lebih mengetahui tentang bahaya dari pada penyakit berbahaya itu. Selain itu OSIS SMK juga membagi-bagikan parfum minyak wangi "she" kepada setiap siswa-siswi SMK yang memang benar-benar memakai pita merah dari rumah.
Berikut
ini adalah beberapa pernyataan tentang manfaat / fungsi diadakannya peringatan
hari HIV/AIDS sedunia oleh siswa siswi SMK Karya Wijaya Kusuma :
Menurut
Bp. Sunarno S.Kom M.Pd selaku Kepala
Sekolah blm ditanya krn lagi sibuk..ntar tanggapannya nyusul ya).
Menurut
Bp. Drs. Sutiyo selaku pengawas
Yayasan Pendidikan Wijaya Kusuma beliau mengatakan bahwa “ Tujuan dari diadakannya peringatan ini adalah supaya anak bias lebih
tahu akan bahaya/efek/akibat dari HIV/AIDS, kan kalau tidak tahu tentang
HIV/AIDS kan ntar bias coba-coba hehehe..Jadi kalau tahu resikonya anak akan
lebih berhati-hati karena itu menyangkut dengan masa depan. Selain itukan
HIV/AIDS belum ada obatnya sampai saat ini.”
Menurut
Ibu Wulan P.S selaku Wakil Kepala bid.
Kesiswaan beliau mengatakan bahwa “Tujuan dari diadakannya peringatan ini
adalah agar mereka lebih mengetahui tentang bahaya daripada HIV/AIDS dan mereka
dapat melakukan pencegahan terhadap penularan penyakit tersebut.” Selain
itu beliau juga menambahkan langkah yang harus ditempuh untuk pencegahan menularnya
penyakit ini bahwa ” siswa harus menghindari perbuatan Free seks, dan tidak
memakai narkotika”
Menurut
Erva Fitriani selaku ketua OSIS dan salah satu perwakilan
dari PMR mereka mengatakan bahwa “ Tujuan
dari diadakannya peringatan ini adalah sebagai wujud partisipasi OSIS,PMR dan
siswa-siswi SMK dalam rangka ikut mensosialisasikan akan pengetahuan, bahayanya
( akibanya ) dan berupaya melakukan pencegahan dini.
Menurut
salah satu siswa dia mengatakan bahwa “Tujuan dari diadakannya peringatan ini adalah kita jadi tahu apa itu
HIV/AIDS, hal-hal yang dapat menyebabkan tertular HIV/AIDS, Bahaya dari HIV/AIDS,
serta cara pencegahannya.”
Demikianlah
beberapa pernyataan mengenai manfaat diadakannya peringatan HIV/AIDS sedunia oleh
siswa-siswi SMK Karya Wijaya Kusuma.
NARKOBA
HIDUP LEBIH INDAH, MASA DEPANPUN MENJADI CERAH..!!
kata mutiara cinta ( copy dr blog al-habib )
Cinta adalah kekuatan yg mampuNamun demikian, cinta pun bisa menghasilkan perubahan yang sebaliknya: mengubah mawar menjadi duri, dan seterusnya.
mengubah duri jadi mawar
mengubah cuka jadi anggur
mengubah sedih jadi riang
mengubah amarah jadi ramah
mengubah musibah jadi muhibah.
Hal yang demikian bisa terjadi karena cinta bersemayam di dalam hati yang bersifat labil. Seperti sabda Rasulullah saw. hati itu bersifat gampang terbolak-balik bagaikan bulu yang terombang-ambing oleh angin yang berputar-putar. Sebagaimana amal-amal dan perilaku kita yang senantiasa bersumber dari niat dan motivasi di dalam hati, maka cinta pun bisa mewujud dengan dasar niat yang beraneka rupa. Ada cinta yang tulus, penuh kerelaan. Namun ada pula cinta yang penuh duri dan racun. Ada cinta yang merupakan buah keimanan dan ketaqwaan. Namun ada pula cinta yang berlandaskan nafsu hina.
Bagi seorang muslim dan beriman, cnta terbesar dan cinta hakiki ialah cinta kepada Allah. Bentuk cinta dapat kita wujudkan dalam berbagai rupa tanpa batas ruang dan waktu dan kepada siapa atau apa saja asalkan semuanya bersumber dari kecintaan kita kepada Allah dan karena menggapai ridha-Nya.
Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. (Al-Baqarah: 165)
Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku (ikutilah Muhammad saw.), niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. (Ali Imran: 31)
“Tali iman yang paling kuat adalah cinta karena Allah dan benci karena Allah.” (HR. At Tirmidzi)
Kata-kata mutiara tentang cinta
Agar cinta tidak menjerumuskan kita ke dalam lubang kehinaan, ada baiknya kita mengambil hikmah dari sumber-sumber islam dan perkataan para ulama berikut ini.Cinta itu adalah perasaan yang mesti ada pada tiap-tiap diri manusia, ia laksana setetes embun yang turun dari langit, bersih dan suci. Cuma tanahnyalah yang berlain-lainan menerimanya. Jika ia jatuh ke tanah yang tandus, tumbuhlah oleh karena embun itu kedurjanaan, kedustaan, penipu, langkah serong dan lain-lain perkara yang tercela. Tetapi jika ia jatuh kepada tanah yang subur, di sana akan tumbuh kesuciaan hati, keikhlasan, setia budi pekerti yang tinggi dan lain-lain perangai yang terpuji.
Hamka
Cinta bukan mengajar kita lemah, tetapi membangkitkan kekuatan. Cinta bukan mengajar kita menghinakan diri, tetapi menghembuskan kegagahan. Cinta bukan melemahkan semangat, tetapi membangkitkan semangat.
Hamka
Tanda cinta kepada Allah adalah banyak mengingat (menyebut) Nya, karena tidaklah engkau menyukai sesuatu kecuali engkau akan banyak mengingatnya.
Ar Rabi’ bin Anas (Jami’ al ulum wal Hikam, Ibnu Rajab)
Aku tertawa (heran) kepada orang yang mengejar-ngejar (cinta) dunia padahal kematian terus mengincarnya, dan kepada orang yang melalaikan kematian padahal maut tak pernah lalai terhadapnya, dan kepada orang yang tertawa lebar sepenuh mulutnya padahal tidak tahu apakah Tuhannya ridha atau murka terhadapnya.
Salman al Farisi (Az Zuhd, Imam Ahmad)
Sesungguhnya apabila badan sakit maka makan dan minum sulit untuk tertelan, istirahat dan tidur juga tidak nyaman. Demikian pula hati apabila telah terbelenggu dengan cinta dunia maka nasehat susah untuk memasukinya.
Malik bin Dinar (Hilyatul Auliyaa’)
Cintailah kekasihmu sekedarnya saja, siapa tahu nanti akan jadi musuhmu. Dan bencilah musuhmu sekedarnya saja, siapa tahu nanti akan jadi kekasihmu.
Ali bin Abi Thalib
Engkau berbuat durhaka kepada Allah, padahal engkau mengaku cinta kepada-Nya? Sungguh aneh keadaan seperti ini. Andai kecintaanmu itu tulus, tentu engkau akan taat kepada-Nya. Karena sesungguhnya, orang yang mencintai itu tentu selalu taat kepada yang ia cintai.
A’idh Al-Qorni
Selasa, 23 November 2010
Sabtu, 20 November 2010
Selasa, 16 November 2010
Langganan:
Postingan (Atom)




