PEMROGRAMAN WEB 1
Nama : Ahmad Burhanudin
NPM : 201143500061
KLS : 5XA
| Kode Barang : | |
| Harga Barang : | |
| Jumlah Item : | |
| Kode Barang | Harga Barang | Jumlah Item | Jumlah Harga |
| TOTAL HARGA : |
anda pengunjung ke :
Selasa, 12 Oktober 2010
Minggu, 03 Oktober 2010
Sabtu, 02 Oktober 2010
kumpulan lagu-lagu pop indonesia
D’Masiv – Jangan Menyerah
tak ada manusia
yang terlahir sempurna
jangan kau sesali
segala yang telah terjadi
kita pasti pernah
dapatkan cobaan yang berat
seakan hidup ini
tak ada artinya lagi
reff1:
syukuri apa yang ada
hidup adalah anugerah
tetap jalani hidup ini
melakukan yang terbaik
tak ada manusia
yang terlahir sempurna
jangan kau sesali
segala yang telah terjadi
repeat reff1
reff2:
Tuhan pasti kan menunjukkan
kebesaran dan kuasanya
bagi hambanya yang sabar
dan tak kenal putus asa
repeat reff1
repeat reff2
Lirik lagu D’Masiv – Jangan Menyerah ini dipersembahkan oleh LirikLaguIndonesia.Net. Kunjungi DownloadLaguIndonesia.Net untuk download MP3 terbaru.
D’Masiv – Di Antara Kalian
ku akui ku sangat sangat menginginkanmu
tapi kini ku sadar ku di antara kalian
aku tak mengerti ini semua harus terjadi
Ku akui ku sangat sangat mengharapkanmu
tapi kini ku sadar ku tak akan bisa
aku tak mengerti ini semua harus terjadi
reff:
lupakan aku kembali padanya
aku bukan siapa siapa untukmu
ku cintaimu tak berarti bahwa
ku harus memilikimu slamanya
aaa…aaa…
ku akui ku sangat sangat menginginkanmu
tapi kini ku sadar ku di antara kalian
aku tak mengerti ini semua harus terjadi
repeat reff
Lirik lagu D’Masiv – Di Antara Kalian ini dipersembahkan oleh LirikLaguIndonesia.Net. Kunjungi DownloadLaguIndonesia.Net untuk download MP3 terbaru.
Selasa, 24 Agustus 2010
Rabu, 18 Agustus 2010
DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA YANG KE 65
Kamis, 24 Juni 2010
Peran Besar Guru di Zaman Globalisasi
Rabu, 16 Juni 2010
* GURUKU PAHLAWANKU *
Yang senantiasa membimbing dan menasehati
Engkau bagaikan lampu terang ditengah kegelapan
Yang Selalu kunanti dan kudambakan
Guru...
Begitu mulia pengorbananmu
Begitu indah Akhlaqmu,,,
Begitu santun budi pekertimu
Guru ...
Syukur terima kasih ku ucapkan
Atas segala Ilmu yang telah engkau berikan
aku hanya bisa berdo'a
Semoga semua jasa-jasamu dibalas oleh-Nya,,
yaitu AlloH Subhanu Wata'ala
Wahai sang Guru mulia....
By : Ahmad Burhanudin
Maka dari itu sudah sepantasnya dan selayaknya jika kita harus memuliakan seorang guru. Kita harus berusaha untuk tidak membuat guru kita sakit hati, dan kecewa. Karena Jika kita ingin Ilmu nafi' wal barokah ( bermanfaat dan berkah ) maka syarat utamanya adalah " Tawadhu' " ( Selalu menghormatinya baik didepan dan dibelakangnya ).
Sebenarnya jika kita meninjau pengertian guru dengan lebih dalam lagi, maka arti dari seorang guru sangatlah luas. Sebagaimana atsar ( perkataan sahabat ) Ali R.a :
أنظر إلى ماقال ولا تنظر من قال
" Lihatlah apa yang diucapkan dan jangan melihat siapa yang mengucapkan "
Atau istilah keren dikatakan “Don’t look picture from the cover.” atau juga dalam bahasa lain "Ndhelok- o marang opo sing di ucapke ojo ndhelok sopo sing ngucapke"
Seiring dengan berjalannya waktu dan zaman , saat ini banyak sekali orang yang kurang memahami akan kemuliaan seorang ahli 'ilmu ( ilmu tentang agama) maka tidak mengherankan jika banyak orang selalu melihat siapa yang mengucapkan ( subjek) atau yang memberi mau'idzotul hasanah dari pada apa yang diucapkan seorang 'alim ( ahli ilmu).
Dan anehnya lagi banyak sekali orang yang salah paham terhadap apa ang dilakukan oleh orang yang berusaha memuliakan seorang guru ( ahli 'ilmu ). Mereka mengira bahwa orang-orang ang memuliakan dengan cara tertentu dianggap terlalu berlebihan dan terlalu mengagugkan. Bahkan ada ada juga orang yang dengan kesombongannya meremehkan Ilmu yang dimiliki oleh seorang 'alim. Mereka menganggap bahwa Ilmu yang disampaikan kurang berwawasan karena para 'alim terlalu berpatokan dengan kitab-kitab yang dipelajarinya.
Padahal itulah Ilmu yang sebenarnya datang dari Rosulullah dan sahabatnya yang secara bersanad diberikan kepada Tabiin ( orang ang mengikuti sahabat ) dan dari tabiin ke Tabiittabi'in ( orang yang mengikuti para tabi'in) dari Tabiiittabi'in turun lagi kepada para ulama' yang dibukukan dalam bermacam-macam kitab , dari ulama' turun lagi kepada para Kyai, dari kyai turun lagi kepada para santri dan ustadz, dari santri dan uztadz turun lagi kepada masyarakat luas,,( inilah silsilah Ilmu Ahlisunnah Waljamaah) yang selalu dijunjung tinggi oleh kyai dan santri dipesantren yang masih mengkaji kitab-kitab kuning milik para ulama' pengikut Ahli Sunnah Waljamaah saat ini.
Jadi bisa diambil kesimpulan bahwa orang pesantren selalu berpedoman pada kitab-kitab dari para ulama' salafushoihiin dalam menjalankan syari'at islam, yang mana asal dari pada ilmu itu sudah jelas sanadnya ( perjalanan ilmu itu ) yang insya AlloH sanadnya sampai kepada nabi besar junjungan kita Muhammad SAW.
Kamis, 10 Juni 2010
ShOL@t JuM'@t
"Hai orang-orang yang beriman, bila kamu diseru untuk mengerjakan salat pada hari Jum'at, bergegaslah untuk mengingat Allah, dan tinggalkanlah semua kegiatan jual-beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu andaikata kamu mengetah
ui." ( Qs. Al-Jum'ah : 9 )
* gambar disamping adalah foto beberapa penjual kaki lima yang mulai meninggalkan jual-beli dikarenakan adzan jum'at telah berkumandang * ( Masjid Al-Mujahidin, Jakarta )
Syarat-syarat wajib sholat jum'at :
1. islam
2. baligh
3. berakal sehat
4. laki-laki
5. sehat fisik
6. menetap
Syarat sahnya sholat jum'at :
1. Tempat sholat jum'at harus tertentu
2. Jumlah orang yang berjamaah sekurang-kurangnya 40 orang penduduk setempat*
3. Dilakukan diwaktu dzuhur
4. Sebelum sholat jum'at didahului dengan dua khutbah
Keterangan :
* Risalah mengenai jumlah minimal 40 orang diatas adalah berdasarkan madzhab imam Syafi'i dan masih banyak lagi pendapat ulama' maupun imam madzhab yang lain mengenai jumlah minimal yang menjadi syarat sahnya jum'at.
Adapun Mazhab-mazhab lainnya adalah sebagai berikut:
1. Mazhab Hanafi, rukun khutbah adalah satu hal, yaitu dzikir secara mutlak, baik panjang maupun pendek. Menurut Mazhab ini bahkan bacaan tahmid, atau tasbih, atau tahlil, sudah cukup untuk menggugurkan kewajiban khutbah. Mazhab ini berpendapat bahwa khutbah bisa disampaikan dalam bahasa apa saja, tidak harus bahasa Arab.
2. Mazhab Maliki, rukun khutbah menurut mazhab ini adalah satu hal, yaitu ungkapan yang memuat kabar gembira (dengan janji-janji pahala dari Tuhan) atau peringatan (bagi orang-orang yang suka melanggar aturan Tuhan). Mazhab ini berpendapat bahwa keseluruhan khutbah harus disampaikan dalam bahasa Arab. Jika tidak ada yang mampu menggunakan bahasa Arab maka kewajiban salat Jum'at gugur untuk dilaksanakan.
3. Mazhab Hanbali, rukun khutbah menurut mazhab ini ada empat hal, yaitu:
a. Bacaan "alhamdulillah" dalam setiap khutbah, satu dan dua.
b. Salawat atas Nabi Muhammad.
c. Membaca satu atau sebagian ayat al-Qur'an.
d. Wasiat untuk melakukan ketakwaan.
Mazhab ini juga berpendapat bahwa khutbah harus disampaikan dalam bahasa Arab bagi yang mampu. Bagi yang tak bisa berbahasa Arab maka menggunakan bahasa yang dimampui, khusus untuk ayat al-Qur`an tidak boleh digantikan dengan bahasa lain.
Rukun khutbah :
1. Membaca tahmid ( Alhamdulillah ) dalam dua khutbah
2. Membaca sholawat
nabi
3. Berwasiat taqwa
4. Membaca ayat Al-qur'an dalam salah satu khutbah
5. Mendoakan dan memohonkan maghfiroh (ampunan) bagi kaum mu'min
Dan bila shalat telah ditunaikan, berpencarlah kamu di bumi ini,
carilah karunia Allah, dan ingatlah kepada Allah banyak-banyak, semoga kamu beruntung. ( Qs. Al-Jum'ah :10 )
*Gambar disamping adalah potret dari seorang penjual yang mulai membuka kembali dagangannya dikarenakan telah melaksanakan sholat jum'at * (depan masjid Al-Mujahidin
SeMog@ BerM@nfa@t...
Minggu, 06 Juni 2010
Sh0L@T BerJ@ma@h









